Imaji Sociopreneur, lembaga yang bergerak di sektor
pengembangan masyarakat menggelar forum diskusi dan sosialisasi program ALP
Village bersama petani tembakau, perangkat desa, kelompok masyarakat &
aktivis lingkungan, pendidikan, dan ekonomi di Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu,
Kabupaten Jember, Senin (23/8).
Kegiatan ini termasuk dalam serangkaian program Model Desa Praktik
Pekerja Pertanian (ALP Village) yang diinisiasi Imaji Sociopreneur dan PT.
Universal Tempu Rejo sejak Juli 2021 lalu di 7 desa di Kabupaten Jember, Jawa
Timur.
Moch. Musta'Anul Khusni, Direktur Imaji Sociopreneur
mengatakan terdapat 3 sektor yang menjadi fokus pengembangan masyarakat oleh
timnya, yakni pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
"Fokus kami ialah mewujudkan model desa pertanian yang
mandiri secara ekonomi, ramah terhadap lingkungan, dan bebas dari praktik
pekerja anak," ujarnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Anul ini menjelaskan
untuk mewujudkan hal itu diperlukan kerja sama dari sejumlah pihak, terutama
dari kelompok masyarakat, petani, dan perangkat desa.
"Melalui forum diskusi ini kami berharap bisa menggali
potensi dan bertukar gagasan dengan berbagai elemen di desa. Agar ke depan,
program yang dilaksanakan benar-benar berdampak terhadap masyarakat,"
jelasnya.
Terkait pemilihan Desa Sabrang sebagai salah satu sasaran
program, Anul memiliki alasan tersendiri. Menurutnya, Desa Sabrang memiliki
potensi yang cukup besar namun jarang dicermati.
"Secara lokasi, misalnya, Desa Sabrang selalu dilewati
para pelancong yang mau mengunjungi pantai Watu Ulo. Jadi mobilitas pelancong
cukup tinggi, ini menjadikan Sabrang begitu potensial untuk dikembangkan secara
bersama-sama," ucapnya.
Turut hadir dalam kegiatan, Zubaeri Luthfi, Kepala Desa
Sabrang mengapresiasi program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan Imaji
Sociopreneur di desa naungannya. Ia berharap sinergi antara pihaknya dan Imaji
Sociopreneur benar-benar dapat menjawab sejumlah tantangan yang ada di
masyarakat.
"Mudah-mudahan kegiatan ini bisa benar-benar menjawab
tantangan yang dihadapi masyarakat baik di sektor pendidikan, ekonomi, maupun
lingkungan," tuturnya.
Meskipun hanya dapat dihadiri sekitar 20 orang karena
mengikuti aturan protokol kesehatan, forum diskusi berjalan cukup aktif dan dua
arah. Sejumlah kelompok masyarakat tak ragu melontarkan pertanyaan dan bertukar
gagasan.
Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan kerja sama
program pengembangan masyarakat antara perangkat desa, imaji sociopreneur, dan
masing-masing kelompok masyarakat sebelum dilaksanakan pada September 2021
mendatang. (*)


