Bagikan

Di setiap program pendampingan dan pengembangan masyarakat yang kami upayakan, kami meyakini bahwa subjek perubahan sosial adalah masyarakat itu sendiri. Masyarakat (soecity), dengan segala ciri dan pengetahuan lokalnya yang khas, adalah pihak yang paling mengerti apa dan bagaimana mestinya mengatasi tantangan yang ada. Dengan demikian, sejak mula kami berupaya memosisikan masyarakat sebagai subjek aktif dan turut terlibat di setiap program. Kami sebatas hadir sebagai fasilitator dan membangun kesadaran bersama-sama ke arah perbaikan dan perubahan sosial.

Dalam praktiknya, kami membentuk kelompok masyarakat di masing-masing desa; bersinergi mengupayakan perbaikan pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Salah satu pendekatan yang kami lakukan untuk memperkuat kelompok masyarakat di desa, ialah melalui Society Capacity Building (SCB).

Kegiatan SCB rutin kami lakukan setiap bulan. Selain sebagai sarana komunikasi dan silaturahmi, kegiatan SCB juga menjadi sarana untuk bertukar gagasan, peningkatan skill dan keterampilan, saling memberikan evaluasi, dan mendiskusikan proyeksi serta perbaikan program. Melalui SCB pula, kami berupaya mengakomodir dan menempatkan suara masyarakat sebagai bagian terpenting untuk mengatasi tantangan tertentu di masyarakat.

Pada akhirnya, SCB juga menjadi sarana kami untuk belajar kepada masyarakat. Kami berupaya menyadari bahwa dalam konteks pendampingan dan pengembangan masyarakat, sejatinya ‘pahlawan’ perubahan sosial adalah masyarakat itu sendiri. Bukan kami.

Lewat pendekatan ini, kami melihat kesempatan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri bakal semakin terbuka lebar. (*)


https://imajisociopreneur.id/storage//storage/images/summernote-image/1643431144.jpg